Tuesday, March 17, 2009

debaran kedua

debaran pertama telah kulalui
perjuangan kali pertama telah kuredah
perang yang pertama telah kumenangi
sore ini
debaran itu datang lagi
debaran kedua
hampir menyamai ketika kali yang pertama
tapi lain benar kali ini

ah, harus aku tempuhi semua itu sekali lagi....

Monday, March 16, 2009

lama kuhilang

lama kuhilang

lama sungguh tak bertemu
aku rindu namun bertahan
kerana hujan belum berhenti
langit mendung awan kelabu
petir dan guruh saling bertingkah
aku takut langitkan runtuh

pagi tadi ada sinar di sebalik awan
terpercik cahayanya ke mukaku
terbasuh satu noda
yang bersisa di pipiku

di luar jendela ada kokok daripada yang sang jantan
tanda semangatnya pulih mencari lawan
untuk beradu atau asmara
kedua-duanya tidakkan berubah
tanda dunia sedang berputar
hidup itu ada bayaran

sore ini aku menunggu fajar esok
adakah burung semalam berkicau lagi
aku menanti sehingga lena
tapi jagaku di tengah hari

Wednesday, January 21, 2009

sejenak kunci suara

Hilang kata-kata buat seketika tidak mengapa kerana selagi ada nafas di dada dan mentari hari esok masih menyala, segala cabaran yang datang ditempuh setabah gunung menjunjung langit...

Wednesday, December 31, 2008

Mengintai 2009

Dari jendela kaca
aku termangu memandang bintang
menghitung, menconggak dan menilai
tidak terbilang
langit itu kelam
ada masa samar
dan kerdipan bintang di atas sana
ada yang tenggelam sirnanya

Terbit dari belahan jiwa
aku teringatkan tanggal ini 31 Disember 2008
genap setahun kutinggalkan musim ini
aku menghitung dan menconggak lagi
aku temukan diriku yang naif
aku sebatang tubuh yang serba kehilangan
aku yang dalam pencarian sifat mahmudah

Ketika langit bersiram kilat ciptaan manusia
akupun memunggah moment semalam
aku kutip untukku sematkan ke laman nurani
yang putih jadi petunjuk
yang hitam memagar diri

Aku tak pernah meratap
aku juga tak pernah merintih
aku sekadar mengeluh
bilakah sumpahan hidup akan cepat berakhir

Matahari 2009
simbahkan cahayamu ke tubuhku yang longlai
pinjamkan aku zatmu yang perkasa
kerana esok aku ingin bangkit
kerana esok biarlah semangatku pulih
agar kubisa terus bertarung
mencari yang mahmudah
mengisi semusim lagi usia yang merangkak
demi sebuah keredhaan
untuk Dia Yang Teratas

(suezz - ambang 2009 - pantai dalam)

Tuesday, December 23, 2008

Sang pemimpi II

Sesat dalam kemaruk cinta
jiwa tak ubah seperti belantara
landainya indah dari kejauhan
tapi aku tak bisa menemukan arah
pohon rendang sudah tak kuhiraukan
dedaun kering kurasakan basah

Aku yang tersasar menagih nikmat
mencari madu di antara tuba
pandanganku kabur
aku di alam yang kelam
sebentar kemudian aku tersentak
aduh! jemariku tersentuh duri

Aku rindukan ‘dia'
tapi entah bila rintihku ini akan bersambut
entah di dunia mana kitakan bersapa

(puterikata - 3.50pm - jln chan sow lin)

Monday, December 15, 2008

Sang pemimpi

(sebelum aku titipkan puisi ini, kepala berdenyut menahan sakit...tapi aku takut frasa yang bergulung-gulung ini hilang dan aku pula sang pelupa, bergegas aku isi entry ini. Maaflah, kalau ada diksi yang tak seindah bulan)

aku mahu jadi sang pemimpi
biar mimpiku jadi hiburan
biar mimpiku jadi haluan
sebagai pengubat jiwa
sebagai penunjuk haluan

aku mahu menjadi sang pemimpi
yang menghambat kisah dari pelangi
yang munculnya hanya sesekali
tetapi cukup memberikan seri

aku mahu jadi sang pemimpi
yang tidak tidur di siang hari
yang tiada angan menakhluk matahari
dan di kanan kiriku biarlah bumi
yang menadah langit sepenuh takhjub

akulah sang pemimpi
yang lenaku sering tak panjang
sehingga mimpiku berkecai menjadi serpihan
ada yang hilang dibawa angin
ada yang tenggelam ke perut bumi

(putri suezz - 11.21 pm - 15 Dis 2008 - Desa Aman 2)

* kalau ada idea, puisi ini boleh bersambung, tengoklah nanti

Sunday, December 14, 2008

Menanti sebuah jawapan

Pernah suatu ketika dahulu aku terfikirkan dia
aku melewati musim bunga dan luruh bersamanya
aku merentasi laut duka dan gembira berdua
tiba masa, aku perlukan layar sendiri
mencari destinasi yang bukan dipimpin olehnya
menyentuh matahari yang ditakdirkan untukku
menemui sebuah jawapan yang aku sendiri belum pasti
akan kebenarannya

bila radio berbisik, aku terdengar lagu ini
pantas, dia datang menghampiriku...

Menanti sebuah jawapan
(sebuah lagu kumpulan Padi)

aku tak bisa luluhkan hatimu
dan aku tak bisa menyentuh cintamu
seiring jejak kakiku bergetaraku tlah terpaut oleh cintamu
menelusup hariku dengan harapan
namun kau masih terdiam membisu

[reff]

sepenuhnya aku ingin memeluk
mumendekap penuh harapan tuk mencintaimu
setulusnya aku akan terus menunggu
menanti sebuah jawaban tuk memilikimu

betapa pilunya rindu menusuk jiwaku
semoga kau tahu isi hatiku
dan seiring waktu yang terus berputar
aku masih terhanyut dalam mimpiku


(lagu ini mengingatkan aku pada seseorang...seseorang yang aku tak bisa luluhkan hatinya,
seseorrang yang ingin aku sentuhinya dan aku juga ingin disentuhi olehnya)